Kamis, 23 Juli 2026

Akhir Penantian 16 Tahun! Spanyol Kembali Angkat Trofi Piala Dunia


Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak tambahan waktu di MetLife Stadium, Minggu (19/7). Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Furia Roja mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya setelah penantian selama 16 tahun.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih kendali pertandingan. Trio lini tengah Rodri, Fabian Ruiz dan Dani Olmo mendominasi penguasaan bola, sementara Lamine Yamal dan Alex Baena membantu melalui sisi sayap. Beberapa peluang emas diciptakan Spanyol di babak pertama.  Emiliano Martínez menjadi penyelamat Argentina lewat sejumlah penyelamatan penting yang menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol terus menggempur pertahanan Argentina dengan kombinasi umpan pendek dan pressing tinggi, sedangkan Argentina lebih banyak bertahan di area sendiri. Beberapa pergantian pemain dilakukan Luis De La Fuente untuk memecah kebuntuan. Masuknya Mikel Merino, Nico William, dan Ferran Tores memberikan energi baru di lini depan. Meskipun dominan menyerang lagi-lagi belum ada gol yang tercipta. Kiper Argentina tampil gemilang dengan melakukan 11 penyelamatan. Di sisi lain, Argentina benar-benar dibuat kesulitan mengembangkan permainan. Sang juara bertahan nyaris tidak mampu keluar dari tekanan Spanyol dan gagal menciptakan ancaman berarti sepanjang waktu normal. Lebih malang lagi Enzo Fernandez harus diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras kepada Pau Cubarsi dan mendapat kartu kuning kedua saat injury time.

Tidak ada gol yang tercipta di waktu normal, memaksa pertandingan dilanjutkan hingga extra time. Bermain dengan 10 pemain tentunya dimanfaatkan Spanyol untuk semakin gencar melakukan penyerangan. Menit 96 Spanyol sempat mencetak gol lewat Nico Williams namun gol tersebut dianulir akibat adanya pelanggaran. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-106. Bola liar di dalam kotak penalti dari heading Nico Williams berhasil dimanfaatkan Ferran Torres untuk menaklukkan Emiliano Martínez dan membawa Spanyol unggul 1-0. Dalam sisa waktu pertandingan, Argentina berusaha mencari gol penyama kedudukan. Namun disiplinnya pertahanan Spanyol membuat sang juara bertahan gagal menciptakan peluang berarti hingga peluit panjang dibunyikan. 

Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Spanyol tampil jauh lebih dominan sepanjang laga. La Furia Roja melepaskan sekitar 20 tembakan (12 diantaranya on target), sementara Argentina baru mampu mencatatkan percobaan pertama pada menit ke-116, saat sudah tertinggal dan bermain dengan 10 orang. Sepanjang waktu normal, bahkan Argentina tidak mampu melepaskan satu pun tembakan, baik mengarah ke gawang maupun melenceng.

Borong Gelar Individu

Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 semakin sempurna dengan raihan sejumlah penghargaan individu bergengsi. Rodri dinobatkan meraih penghargaan Golden Ball atau pemain terbaik Piala Dunia 2026 setelah menjadi motor permainan Spanyol sepanjang turnamen. Di bawah mistar, Unai Simón berhasil membawa pulang Golden Glove berkat penampilan konsistennya yang hanya kebobolan sedikit gol dan menutup final dengan catatan clean sheetSementara itu, bek muda berusia 19 tahun,  Pau Cubarsí terpilih sebagai pemain muda terbaik.

Mengulang Sejarah dengan Skenario yang Hampir Sama

Pada 2010 maupun 2026, Spanyol sama-sama tergabung di Grup H dan datang dengan status sebagai juara Eropa. Keduanya juga mengawali turnamen tanpa kemenangan dan tanpa mencetak gol. Pada 2010, Spanyol kalah 0-1 dari Swiss, sedangkan pada 2026 bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde. Kesamaan berlanjut di babak 16 besar. Pada kedua edisi, Spanyol sama-sama menyingkirkan Portugal dengan skor tipis 1-0. Menariknya lagi, skuad Spanyol pada 2010 dan 2026 juga sama-sama diperkuat delapan pemain Barcelona.Puncaknya terjadi di partai final. Pada 2010, Andrés Iniesta mencetak gol kemenangan 1-0 atas Belanda pada babak extra time. Enam belas tahun kemudian, Ferran Torres mengulang kisah serupa dengan mencetak gol semata wayang di babak tambahan waktu untuk memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina dan membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia. Masih banyak cocoklogi lain yang menjadi bukti bahwa sejarah mengulang ceritanya kembali. Masih banyak "cocoklogi" lain yang membuat perjalanan Spanyol menuju gelar juara dunia 2026 terasa bak mengulang naskah cerita tahun 2010. Meski hanya kebetulan, rangkaian kemiripan tersebut menjadi cerita menarik di balik keberhasilan La Furia Roja kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AFF 2026: Mengapa Gelar Juara Menjadi Harga Mati bagi Timnas Indonesia?

Piala AFF atau ASEAN Championship selama bertahun-tahun selalu menjadi turnamen yang menyisakan rasa penasaran bagi Timnas Indonesia. Bukan ...