Perjalanan Inggris
Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah dua kali melakukan comeback di fase gugur. Pada babak 32 besar, The Three Lions sempat tertinggal lebih dulu dari Republik Demokratik Kongo sebelum dua gol Harry Kane memastikan kemenangan 2-1. Drama kembali terjadi saat menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Bermain dengan sepuluh pemain, Inggris berhasil bangkit dari ketertinggalan dan menang 3-2 berkat dua gol Jude Bellingham serta penalti Harry Kane. Di perempat final, pasukan Thomas Tuchel kembali menunjukkan karakter kuat ketika tertinggal dari Norwegia sebelum Jude Bellingham mencetak dua gol yang membawa Inggris menang 2-1 lewat babak tambahan.
Perjalanan Argentina
Sementara itu, Argentina juga layak disebut sebagai spesialis comeback. Juara bertahan itu dipaksa bekerja keras sejak babak 32 besar ketika Cape Verde memberi perlawanan sengit sebelum akhirnya La Albiceleste menang dramatis 3-2. Kebangkitan paling luar biasa terjadi saat menghadapi Mesir di babak 16 besar. Sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-79, Argentina mencetak tiga gol hanya dalam waktu 13 menit untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.
Di perempat final, mereka kembali diuji oleh Swiss sebelum akhirnya menang 3-1 melalui babak tambahan waktu.
Mentalitas pantang menyerah itulah yang membuat semifinal ini diprediksi berlangsung ketat. Inggris memiliki Jude Bellingham yang beberapa kali menjadi penyelamat di laga-laga penting, sedangkan Argentina masih mengandalkan magis Lionel Messi yang terus tampil menentukan meski telah berusia 39 tahun. Pengalaman Messi dipadukan dengan efektivitas Julian Alvarez dan Lautaro Martinez membuat Argentina tetap menjadi ancaman besar.
Jika melihat perjalanan kedua tim, mencetak gol lebih dulu belum tentu menjamin kemenangan. Inggris telah tiga kali membuktikan mampu membalikkan keadaan di fase gugur, sedangkan Argentina bahkan menciptakan salah satu comeback paling dramatis turnamen saat mengalahkan Mesir setelah tertinggal dua gol. Hal tersebut membuat duel di Atlanta diperkirakan akan berlangsung hingga menit-menit akhir dengan tensi tinggi dan peluang comeback yang selalu terbuka.
Head to head
Secara rekor pertemuan, Inggris memiliki catatan yang lebih baik dibanding Argentina. Dari 14 pertemuan di semua ajang, The Three Lions berhasil meraih enam kemenangan, sedangkan La Albiceleste hanya mencatat dua kemenangan, sementara lima pertandingan lainnya berakhir imbang. Inggris juga lebih produktif dengan torehan 21 gol, berbanding 15 gol milik Argentina.
Dari sisi produktivitas kedua tim di edisi Piala Dunia ini, Argentina tampil lebih tajam dengan torehan 17 gol, sedangkan Inggris mengoleksi 13 gol sepanjang turnamen. Menariknya, kedua tim juga sama-sama belum terlalu kokoh di lini belakang. Argentina telah kebobolan delapan gol, sementara Inggris tujuh gol. Statistik tersebut menunjukkan semifinal ini berpotensi berlangsung terbuka, mengingat kedua tim sama-sama produktif mencetak gol, tetapi juga beberapa kali kesulitan menjaga gawangnya tetap perawan.
Prediksi
Semifinal ini diprediksi berlangsung terbuka mengingat Inggris dan Argentina sama-sama mengandalkan permainan menyerang. Inggris memiliki keunggulan dari segi kedalaman skuad dan konsistensi performa sepanjang turnamen. The Three Lions juga telah membuktikan mentalitas mereka dengan tiga kali melakukan comeback di fase gugur, termasuk saat menyingkirkan Norwegia di perempat final.
Sementara itu, Argentina datang dengan status juara bertahan Piala Dunia sehingga pengalaman mereka di laga-laga besar tidak bisa dipandang sebelah mata. Dipimpin Lionel Messi serta didukung ketajaman Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, La Albiceleste tetap memiliki kualitas untuk menghukum setiap kesalahan lawan. Namun, jika Jude Bellingham mampu menguasai lini tengah dan Harry Kane tampil efektif di depan gawang, Inggris dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menghentikan langkah sang juara bertahan.






